Oto.Asia -- Jakarta, 18 Juni 2026 - Taklimakan Rally 2026 bukan sekadar adu cepat melintasi bukit pasir. Setelah empat etape, GWM secara dominan telah unggul di setiap kategori kendaraan produksi T2 yang diikuti.
Dari SS1 hingga SS4, hasil yang tercatat menunjukkan cerita yang konsisten. Di kategori T2.E new-energy production, Pau Navarro dan Jan Rosa secara keseluruhan berhasil meraih kemenangan dengan GWM Tank 700 Hi4-T, disusul rekan satu tim mereka, Nicolás Cavigliasso dan Valentina Pertegarini, di posisi kedua, serta Gerard Farres dan Bruno Jacomy di posisi ketiga.
Ketiga posisi podium tersebut diraih dengan model yang sama. Di kategori T2.1 fuel production, Eniriltu dan Aobulege merebut gelar juara, dengan Nayintai dan Onchinjab menyusul tidak jauh di belakang. Di kategori T2.3 club production, Zhou Renbin dan Zhang Tengzhong keluar sebagai pemenang, Huang Dongxu dan Tang Shixin menempati posisi kedua, sementara Zhang Guoqiang dan Lou Liyuan melengkapi podium. Pada seluruh kategori yang diikuti, GWM mencatat tiga podium, empat etape, serta dua belas pasangan pembalap dan navigator tanpa satu pun gagal finis.
Taklimakan tidak peduli pada klaim besar. Malam hari menghadirkan suhu dingin yang menusuk tulang, matahari siang menyengat tanpa ampun, dan satu kelengahan kecil dapat membuat kendaraan tertelan pasir lunak yang sulit ditaklukkan.
SS3 membentang sejauh 468 kilometer, menjadi special stage terpanjang yang pernah dihadapi reli ini dalam beberapa tahun terakhir. SS2 menembus Gurun Kumtag sejauh 293 kilometer. Di medan gurun, suhu mesin dapat melonjak dengan cepat, dan ruang untuk melakukan kesalahan nyaris tidak ada.
GWM menyelesaikan keempat etape tanpa satu pun kendaraan berhenti karena masalah mekanis. Ini bukan sekadar keberuntungan. Ketika sebuah kendaraan ditempatkan langsung di medan gurun dengan segala tantangannya, hasil seperti inilah yang menjadi pembuktiannya.
GWM Tank 700 Hi4-T yang turun di kompetisi T2.E menggunakan powertrain yang sama dengan kendaraan versi produksi pabrik. Mesin 3.0T V6, sistem hybrid Hi4-T, transmisi, dan arsitektur penggerak empat rodanya tidak mengalami perubahan.
Kendaraan ini disiapkan sesuai persyaratan homologasi T2.E : perangkat keselamatan yang dipasang sesuai standar regulasi tanpa ada satu pun perubahan pada cara mesin dan sistem hybrid menyalurkan tenaga ke roda.
Artinya, setiap kilometer yang ditempuh dalam reli ini menjadi pembuktian nyata bagi platform produksi dalam kondisi ekstrem. Apa pun yang coba dipatahkan oleh gurun, sistem Hi4-T mampu menahannya.
SUV produksi massal ini berhasil melewati empat etape berturut-turut di Taklimakan tanpa mengalami kerusakan. Ini bukan sekadar catatan reli, melainkan bukti yang memiliki makna lebih besar. Distribusi torsi, manajemen tenaga, dan ketahanan panas pada platform Hi4-T ditekan jauh lebih keras dibandingkan penggunaan mobil di jalan raya.
Pau Navarro memilih GWM Tank 700 Hi4-T setelah mengujinya di Xinjiang sebelum reli berlangsung. Gerard Farres mengambil keputusan yang sama secara independen. Para veteran Dakar tidak memilih kendaraan hanya karena emblemnya.
Mereka memilih kendaraan berdasarkan apa yang terbukti bekerja di medan gurun. Saat ini, reli masih berlanjut dan GWM memimpin di setiap kategori yang di ikutinya.

Media Sosial