Oto.Asia -- Jakarta, 11 Agustus 2026 - DFSK E5 Plus Bukan Sekadar SUV Hybrid : Ini Alasan Mobil Ini Menarik dari Sudut Pandang yang Berbeda.
Di tengah ramainya pasar mobil elektrifikasi di Indonesia, DFSK E5 Plus datang dengan pendekatan yang cukup menarik. Mobil ini tidak memaksa pemiliknya untuk memilih antara mobil listrik atau mobil bensin.
Konsepnya justru berada di tengah : PHEV atau plug-in hybrid electric vehicle.
Artinya, pemilik bisa memanfaatkan tenaga listrik untuk aktivitas harian, tetapi tetap mempunyai mesin bensin ketika harus melakukan perjalanan jauh.
Buat sebagian orang, konsep seperti ini terdengar biasa. Namun kalau dilihat dari sudut pandang penggunaan sehari-hari, justru di sinilah salah satu kelebihan DFSK E5 Plus.
1. Kelebihan terbesarnya bukan sekadar irit, tetapi fleksibilitas
DFSK E5 Plus dibekali baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 25 kWh.
Menurut spesifikasi resmi DFSK Indonesia, baterai tersebut memungkinkan E5 Plus menempuh hingga 140 km dalam mode listrik murni berdasarkan pengujian NEDC.
Sementara jarak tempuh gabungan yang diklaim mencapai 1.400 km berdasarkan NEDC ketika baterai dan bahan bakar digunakan secara kombinasi.
Angka tersebut menarik bukan hanya karena besar, yang lebih penting adalah cara penggunaannya.
Untuk aktivitas seperti pergi ke kantor, mengantar anak, berbelanja, atau mobilitas dalam kota, pengemudi bisa memanfaatkan mode listrik. Tetapi ketika tiba-tiba harus bepergian antarkota, keberadaan mesin bensin membuat perjalanan tidak sepenuhnya bergantung pada ketersediaan charger.
Jadi, E5 Plus menawarkan sebuah kompromi yang cukup masuk akal :
Listrik untuk Rutinitas, Bensin untuk Fleksibilitas.
2. Ukurannya besar, tetapi yang menarik justru cara ruangnya dimanfaatkan
E5 Plus mempunyai panjang 4.760 mm, lebar 1.865 mm, tinggi 1.710 mm, serta wheelbase 2.785 mm.
Di atas kertas memang terlihat seperti angka spesifikasi biasa. Namun bagi mobil keluarga, dimensi tersebut punya arti lebih penting : ruang kabin.
Yang cukup menarik, DFSK Indonesia mencantumkan konfigurasi 6 tempat duduk untuk E5 Plus. Artinya, mobil ini tidak sekadar mengejar jumlah kursi sebanyak mungkin, tetapi memberikan pendekatan kabin yang lebih berorientasi pada kenyamanan penumpang.
Ini menjadi pembeda yang menarik dibanding pola umum SUV keluarga yang biasanya mengejar konfigurasi 7 penumpang.
Dengan enam kursi, perhatian terhadap ruang antarpenumpang bisa dibuat lebih leluasa.
3. Mesin bensinnya bukan pemeran utama
E5 Plus menggunakan mesin 1.5 liter empat silinder dengan tenaga maksimum mesin 68 kW dan torsi 130 Nm.
Namun jangan melihat angka mesin bensin tersebut sendirian.
Sebab E5 Plus merupakan PHEV dengan motor listrik yang memiliki daya puncak 160 kW dan torsi maksimum 280 Nm, serta menggunakan transmisi e-CVT.
Di sinilah karakter E5 Plus menjadi berbeda.
Mobil ini tidak dirancang untuk mengandalkan mesin bensin saja.
Motor listrik menjadi bagian penting dalam sistem penggeraknya sehingga respons tenaga dapat terasa berbeda dibanding SUV konvensional bermesin bensin.
Dengan kata lain, E5 Plus bukan SUV bensin yang kebetulan memiliki baterai.
Ia memang dirancang sebagai mobil elektrifikasi yang masih membawa mesin bensin sebagai bagian dari sistemnya.
4. Bisa di-charge seperti mobil listrik, tetapi tidak harus hidup dengan charger
Ini mungkin salah satu kelebihan paling realistis untuk konsumen Indonesia.
Sebagai PHEV, E5 Plus dapat diisi menggunakan listrik.
DFSK mencantumkan waktu pengisian AC sekitar 3–4 jam dari SOC 20–90 persen, sedangkan pengisian DC dari SOC 30–80 persen membutuhkan sekitar 20–28 menit. Mobil ini menggunakan konektor CCS2 untuk pengisian DC.
Tetapi ketika baterai tidak memungkinkan untuk diisi, pemilik masih memiliki mesin bensin dan tangki bahan bakar 60 liter.
Jadi, kekhawatiran klasik pengguna mobil listrik seperti "nanti ngecas di mana?" dapat diminimalkan.
Bukan berarti PHEV bebas dari kebutuhan charging. Justru semakin rajin baterai diisi, semakin optimal pemanfaatan kemampuan listriknya.
Namun dibanding mobil listrik murni, fleksibilitas perjalanan menjadi salah satu nilai jual utama.
5. Suspensinya punya pendekatan yang cukup serius
Bagian ini mungkin tidak terlalu menarik ketika membaca brosur, tetapi justru bisa menjadi salah satu kelebihan yang terasa setiap hari.
E5 Plus menggunakan suspensi depan MacPherson independent dan suspensi belakang multi-link independent.
Keduanya juga menggunakan sistem Frequency Selective Damping (FSD) yang menurut spesifikasi DFSK dirancang dengan kemampuan penyesuaian terhadap kondisi jalan.
Bagi pengguna keluarga, ini lebih penting daripada sekadar angka tenaga.
Pasalnya, mobil keluarga akan menghadapi berbagai kondisi jalan: aspal mulus, jalan bergelombang, polisi tidur, jalan beton, hingga perjalanan tol.
Suspensi independen di kedua sisi tersebut menunjukkan bahwa DFSK tidak hanya mengejar tampilan SUV, tetapi juga memberikan perhatian terhadap karakter berkendara.
6. Fitur ADAS nya bukan sekadar pemanis brosur
E5 Plus Ultra+ mempunyai rangkaian fitur bantuan pengemudi yang cukup lengkap.
Di antaranya Adaptive Cruise Control (ACC), Traffic Jam Assist, Lane Keeping Assist, Emergency Lane Keeping Assist, Forward Collision Warning, Emergency Brake Assist, Blind Spot Detection, Rear Cross Traffic Alert, Front Cross Traffic Alert, Lane Departure Warning hingga Automatic Lane Change Assistance.
Ada pula Automated Parking Assist dan kamera 3D HD dengan tampilan transparent chassis.
Tetapi penting untuk memahami satu hal :
ADAS adalah sistem bantuan pengemudi, bukan pengganti pengemudi.
Jadi kelebihan fitur tersebut lebih tepat dilihat sebagai tambahan kenyamanan dan bantuan ketika berkendara, terutama dalam perjalanan panjang atau kondisi lalu lintas yang padat.
7. Kabinnya mencoba membawa pengalaman mobil yang lebih mahal
Bagian interior E5 Plus Ultra+ cukup menarik, DFSK membekali mobil ini dengan layar tengah berukuran 15,6 inci menggunakan platform Snapdragon 8155, konektivitas Android Auto dan Apple CarPlay, serta sistem audio dengan 13 speaker.
Ada juga fitur wireless charging 50W untuk smartphone.
Menariknya, bukan cuma pengemudi yang mendapatkan perhatian. Kursi baris pertama dan kedua mendapatkan fitur ventilasi, sementara kursi pengemudi menggunakan pengaturan elektrik enam arah dan kursi penumpang depan empat arah. Kursi baris kedua juga memiliki pengaturan elektrik.
Pendekatannya terasa seperti ingin menjadikan E5 Plus sebagai kendaraan keluarga yang bukan cuma membawa orang dari titik A ke B, tetapi juga membuat perjalanan terasa lebih nyaman.
8. Ada satu fitur yang jarang menjadi pembicaraan : V2L
Salah satu fitur menarik E5 Plus adalah Vehicle-to-Load (V2L) 3,3 kW.
Sederhananya, energi dari baterai mobil dapat dimanfaatkan untuk menyuplai perangkat listrik yang kompatibel.
Di sinilah mobil PHEV mulai terasa seperti lebih dari sekadar alat transportasi.
Bayangkan saat perjalanan luar kota, aktivitas outdoor, atau kondisi tertentu ketika membutuhkan sumber listrik tambahan. Mobil dapat berfungsi sebagai sumber daya listrik portabel selama penggunaannya masih berada dalam batas kemampuan sistem.
Fitur ini mungkin tidak digunakan setiap hari. Namun ketika dibutuhkan, justru bisa menjadi fitur yang sangat berguna.
9. Baterainya menggunakan teknologi LFP
DFSK E5 Plus menggunakan baterai berjenis Lithium Iron Phosphate atau LFP berkapasitas 25 kWh.
LFP merupakan salah satu jenis kimia baterai yang cukup populer dalam industri kendaraan elektrifikasi.
Yang perlu digaris bawahi, jenis baterai saja tidak otomatis menentukan seluruh aspek umur baterai atau keamanan sebuah kendaraan. Sistem manajemen baterai, pendinginan, perlindungan termal dan desain keseluruhan kendaraan juga mempunyai peranan.
Untuk E5 Plus, DFSK mencantumkan battery system thermal management serta collision power failure protection sebagai bagian dari sistem kendaraan.
10. Desainnya justru bukan kelebihan yang paling penting
Kalau melihat E5 Plus dari luar, desain SUV modern tentu menjadi salah satu daya tarik.
Namun menurut saya, desain bukanlah alasan paling menarik untuk mempertimbangkan mobil ini.
Yang lebih menarik adalah kombinasi antara :
DFSK E5 Plus = SUV Besar + Enam Kursi + PHEV + Baterai 25 kWh + kemampuan listrik hingga 140 km NEDC + Mesin Bensin + Fast Charging DC + V2L
Kombinasi tersebut membuat karakter DFSK E5 Plus cukup berbeda.
- Dia Bukan EV Murni
- Bukan Pula SUV Bensin Konvensional
- Dan Bukan Hybrid biasa yang hanya mengandalkan sistem pengisian baterai dari mesin atau regenerative braking.
- E5 Plus berada di wilayah PHEV, sehingga pemilik mendapatkan dua sumber energi yang bisa digunakan sesuai kebutuhan.
Kesimpulan : DFSK E5 Plus Menarik Karena Tidak Memaksa Penggunanya Untuk Memilih
Menurut saya, kelebihan paling menarik dari DFSK E5 Plus justru bukan satu fitur tertentu.
- Bukan di layar 15,6 inci.
- Bukan di motor listrik 160 kW.
- Bukan di baterai 25 kWh.
- Bahkan bukan klaim jarak tempuh 1.400 km.
Kekuatan E5 Plus ada pada kombinasi semuanya dalam satu kendaraan.
- Untuk aktivitas harian, mobil bisa dimanfaatkan dengan karakter berkendara listrik.
- Untuk perjalanan jauh, mesin bensin memberikan fleksibilitas tambahan.
- Untuk keluarga, tersedia enam tempat duduk dengan kabin yang dirancang lebih lega.
- Untuk perjalanan panjang, terdapat fitur bantuan pengemudi dan berbagai fitur kenyamanan.
- Sementara untuk kebutuhan di luar kendaraan, tersedia V2L hingga 3,3 kW.
Dengan harga peluncuran yang diberitakan mulai sekitar Rp. 499 juta, dan harga spesial di GIIAS 2026 kemarin hanya Rp. 479juta. DFSK E5 Plus menjadi salah satu pemain menarik di kelas SUV PHEV Indonesia.
Namun calon pembeli tetap perlu memperhatikan bahwa angka jarak tempuh 140 km dan 1.400 km merupakan klaim berdasarkan metode pengujian NEDC, sehingga hasil penggunaan nyata dapat berbeda tergantung kecepatan, kondisi jalan, temperatur, muatan, gaya berkendara, serta penggunaan AC.
Pada akhirnya, DFSK E5 Plus bukan mobil yang menjanjikan satu jawaban untuk semua kebutuhan.
Justru kelebihannya adalah memberikan lebih dari satu cara untuk menikmati perjalanan.
Dan di tengah transisi menuju kendaraan elektrifikasi, pendekatan seperti ini bisa menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang ingin merasakan mobil listrik tanpa sepenuhnya meninggalkan fleksibilitas mesin bensin.

Media Sosial