Oto.Asia -- Jakarta, 24 September 2026 - Bosch Power Tools memperkenalkan tiga alat ukur kelistrikan terbaru kepada mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) sebagai upaya mendukung kesiapan lulusan vokasi menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang.
Tiga perangkat yang diperkenalkan tersebut adalah GDM 600-15 Professional Digital Multimeter, GMC 600-15 Professional Clamp Meter, dan GFM 1000-15 Professional Fork Meter.
Ketiganya akan digunakan dalam kegiatan praktik mahasiswa, khususnya di bidang teknik elektro.
Melalui penggunaan alat tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar melakukan pengukuran kelistrikan, tetapi juga memahami cara memilih peralatan yang tepat, menerapkan prosedur kerja yang aman, serta mengenali potensi risiko di lapangan.
Vice President Sales Bosch Power Tools ASEAN, Christoph Schmidt, mengatakan perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang kompeten.
"Industri 4.0 mengubah cara perusahaan berproduksi, bekerja, dan menyelesaikan persoalan. Namun teknologi saja tidak cukup.
Dibutuhkan tenaga kerja dengan fondasi teknis yang kuat, mampu memahami teknologi, memecahkan masalah, serta terus belajar dan beradaptasi dengan kebutuhan industri," kata Christoph.
Menurut dia, kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi menjadi semakin penting di tengah perubahan kebutuhan keterampilan kerja yang berlangsung cepat.
World Economic Forum bahkan memperkirakan sekitar 39 persen keterampilan utama pekerja akan berubah atau tidak lagi relevan pada 2030.
Perkuat Kesiapan Lulusan Vokasi
Direktur PNJ, Dr. Syamsurizal, menilai kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri penting untuk memperkecil kesenjangan antara pembelajaran di kampus dan kebutuhan dunia kerja.
Menurutnya, keberhasilan lulusan tidak hanya ditentukan oleh penguasaan kemampuan teknis, tetapi juga keterampilan nonteknis.
"Keberhasilan di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh hard skill, seperti pengetahuan teknis dan penguasaan alat, tetapi juga soft skill yang kuat. Kemampuan beradaptasi, memahami budaya kerja perusahaan, dan disiplin menjalankan SOP menjadi bekal yang sama pentingnya," ujarnya.
Data PNJ menunjukkan tingkat serapan lulusan Jurusan Teknik Elektro pada 2026 mencapai sekitar 70 persen. Sementara itu, sebanyak 41 persen lulusan yang mengikuti wisuda September 2026 telah bekerja atau berwirausaha sebelum menerima ijazah.
Di sisi lain, kebutuhan tenaga kerja industri masih cukup besar. Kementerian Ketenagakerjaan memperkirakan 17 sektor industri membutuhkan tambahan rata-rata sekitar 750 ribu pekerja per tahun hingga 2029.
Hadirkan Solusi untuk Berbagai Kebutuhan Pengukuran
Dalam pekerjaan kelistrikan, teknisi sering berhadapan dengan ruang kerja terbatas, pencahayaan yang berubah, hingga instalasi yang kompleks.
Kondisi tersebut membutuhkan alat ukur yang cepat, akurat, dan mudah digunakan.
GMC 600-15 Professional Clamp Meter digunakan untuk pengukuran arus listrik.
Sementara GFM 1000-15 Professional Fork Meter hadir dengan desain garpu terbuka yang memudahkan pengukuran pada panel dengan susunan kabel padat tanpa perlu memutus sirkuit.
Adapun GDM 600-15 Professional Digital Multimeter dirancang untuk kebutuhan pengujian yang lebih beragam. Perangkat ini memiliki perlindungan IP65 dan telah lolos uji jatuh dari ketinggian dua meter.
Seluruh perangkat juga dilengkapi layar yang memudahkan pembacaan hasil pengukuran dalam berbagai kondisi pencahayaan.
Country Business Director Bosch Power Tools Indonesia, Edwin Irawan, mengatakan penggunaan alat yang sesuai standar keselamatan menjadi faktor penting dalam pekerjaan teknisi listrik.
"Teknisi listrik di lapangan sering kali menghadapi instalasi beragam dan tenggat waktu yang ketat.
Mengandalkan peralatan yang aman dan sesuai standar keselamatan menjadi cara untuk menjaga efisiensi sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan," katanya.
Keselamatan Kerja Jadi Prioritas
Pakar K3 bidang listrik sekaligus dosen kelistrikan PNJ, A. Damar Aji, menegaskan kompetensi tenaga kelistrikan tidak hanya mencakup keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan menerapkan pengetahuan dan prosedur keselamatan dalam berbagai situasi kerja.
"Dari sisi pengguna, alat yang aman juga harus tangguh dan nyaman digunakan. Ketahanan terhadap debu, air, dan benturan serta desain yang ergonomis membantu mengurangi risiko kerja tanpa mengorbankan kualitas dan produktivitas," ujarnya.
Menurut Damar, hal tersebut menjadi semakin penting ketika teknisi harus bekerja pada sistem bertegangan atau instalasi yang tidak dapat dimatikan.
Melalui kolaborasi ini, Bosch dan PNJ berharap mahasiswa dapat memperoleh pengalaman praktik yang lebih dekat dengan kondisi industri sehingga memiliki bekal yang lebih baik saat memasuki dunia kerja.
Selain keterampilan teknis, mahasiswa juga didorong mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi.

Media Sosial