Saya Zaki Jurnalis dari "Oto.Asia" ingin menceritakan kesan saya kepada Polytron yg selama ini menyandang gelar rajanya perabotan elektronik dari dulu sampai dengan saat ini..
Dan kini, belum lama Polytron dengan bangganya telah menerbitkan mobil listrik EV futuristik yang dinamai Polytron G3 dan G3 Plus.
Dan setelah saya melihat, mengamati dan merasakan langsung mengendarai mobil Polytron G3 plus nya, saya menangkap satu hal yang menarik : Polytron tidak sekadar mencoba masuk ke pasar mobil listrik Indonesia, tetapi benar-benar berusaha menunjukkan bahwa produk lokal juga mampu bersaing ketat dengan kompetitor dari manca negara yang semakin ramai.
Bagi saya pribadi kehadiran G3+ cukup mengejutkan banyak pecinta otomotif.
Polytron yang selama ini lebih dikenal sebagai merek elektronik, kini berani bermain di industri otomotif yang tentu memiliki tantangan yang sungguh berbeda.
Namun, G3+ menunjukkan bahwa langkah tersebut bukan sekadar coba-coba.. Hal yang paling terasa ketika mengendarainya adalah karakter mobil yang terasa nyaman betul untuk perjalanan jauh.
Respon tenaga khas mobil listrik terasa spontan pada saat pedal gas diinjak perlahan, sementara kabin senyapnya memberikan ketenangan dan beranega ragam fitur entertainment didalam cabinnya mampu mengalihkan emosi melintasi kemacetan jalanan ibukota jakarta.
Untuk perjalanan panjang, mobil Polytron G3 Plus ini sangat bisa diandalkan, karena pengemudi tidak cepat merasa lelah di dukung jok yang ergonomis.
Polytron G3+ mampu mengakomodasi kebutuhan pemiliknya sebagai mobil yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan juga mobil untuk berpetualang disegala medan, tetapi dengan teknologi elektrifikasi yang membuat pengalaman berkendaranya berbeda.
Saya juga melihat G3+ sebagai bukti bahwa industri otomotif nasional mulai memiliki keberanian untuk menciptakan produk yang bisa berhadapan langsung dengan merek-merek yang sudah lebih dahulu bermain di pasar mobil listrik. Persaingannya tentu tidak mudah, karena konsumen sekarang memiliki semakin banyak pilihan.
Namun justru di situlah menariknya Polytron G3+. Mobil ini memperlihatkan bahwa merek Indonesia tidak selalu berada di belakang ketika berbicara mengenai teknologi dan kendaraan listrik.
Buat saya pribadi, keberhasilan Polytron bukan hanya soal berhasil membuat sebuah mobil listrik. Yang lebih penting adalah keberaniannya masuk ke arena yang sangat kompetitif dan kemudian menghadirkan produk yang punya karakter sendiri.
G3+ mungkin masih akan menghadapi banyak tantangan ke depan. Tetapi dari apa yang saya rasakan, Polytron sudah menunjukkan satu modal penting : keberanian untuk mencoba, belajar, dan bersaing.
Dan pada akhirnya, kehadiran mobil ini setidaknya membuat pilihan kendaraan listrik di Indonesia menjadi semakin menarik, sekaligus membuktikan bahwa karya dari perusahaan dalam negeri layak untuk diperhitungkan.
Spesifikasi Teknis,
- Baterai : Lithium Iron Phosphate (LFP) 51,9 kWh
- Jarak Tempuh : Hingga 402 km (standar CLTC)
- Tenaga/Torsi : Motor listrik tunggal depan dengan tenaga 201–204 hp dan torsi 320 Nm
- Kecepatan Maksimal : 150 km/jam
- Pengisian Daya : DC fast charging (80-100 kW) dari 20% ke 70% sekitar 20–35 menit
- Dimensi Pelek & Ban : Pelek 20 inci dengan ukuran ban 245/45 R20
Fitur Unggulan,
- Keselamatan : Dilengkapi ADAS Level 2 (21 fitur) dan 6 airbags.
- Kenyamanan : Panoramic sunroof, layar head unit 12,8 inci, pengisian daya nirkabel (wireless charging), dan sistem audio premium Polytron XBR
- Teknologi Ekstra : Fitur V2L (Vehicle-to-Load) yang bisa mengubah baterai mobil menjadi sumber listrik portabel
Harga dan Skema Kepemilikan,
- Pembelian Penuh (Buy to Own) : Rp. 459 juta (OTR).
- Sewa Baterai (Battery as a Service) : Harga unit lebih murah, mulai dari kisaran Rp. 339 juta hingga Rp. 399 juta tergantung penawaran wilayah dan skema langganan bulanan.

Media Sosial